Hubungi Kami +62 81340048615
Dukung NENI SI LINCA, AMIKA Soppeng Tanda Tangan MOU Bersama Pemprov Sulsel

Dukung NENI SI LINCA, AMIKA Soppeng Tanda Tangan MOU Bersama Pemprov Sulsel

22 Sep 2020 06:00:36 Berita Dilihat: 12

Makassar, 21 September 2020. AMIK Lamappapoleonro Soppeng bersama sekitar 130 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) lain yang berada di bawah LLDIKTI IX (Sulawesi & Gorontalo) telah melakukan penandatanganan Perjanjian Kerjasama terkait Percepatan Penyelenggaraan Pelayanan Perizinan Berbasis Online Pada Sektor Penelitian dan Pengembangan di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Senin (21/9/2020).

Turut hadir pada kegiatan tersebut, Gubernur Sulsel Prof. Nurdin Abdullah, Kepala LLDIKTI IX Prof.Jasruddin Malago, PJ Walikota Makassar, Kepala Dinas DPM-PTSP, serta sejumlah unsur OPD dan segenap pimpinan perguruan Tinggi.

Kegiatan tersebut didahului dengan penandatangan nota kesepahaman antara LLDIKTI IX dan gubernur Provinsi Sulawesi Selatan terkait sinergitas pemerintah dan perguruan tinggi di bidang penelitian dan pengabdian masyarakat.

Dinas Penambahan Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) memprakarsai, aplikasi perizinan penelitian berbasis online yang ditujukan bagi mahasiswa yang akan memudahkan proses izin penelitian yang tinggal klik tersebut dinamakan NENI SI LINCA atau singkatan New Normal Innovation Sistem Informasi Online Campus. Berawal dari 2 hari setelah beliau dilantik oleh Gubernur, melihat antrian mahasiswa yang begitu banyak, dan keluhan mahasiswa yang harus menunggu 5-7 hari untuk bisa mendapatkan surat izin penelitian. Berangkat dari situ, Kepala Dinas langsung melakukan rapat dengan tim IT dan tidak kurang dari 10 hari aplikasi yang diberi nama NENI SI LINCA ini telah rampung diselesaikan.

Kepala DPM-PTSP Sulsel, Dr.Jayadi Nas mengatakan hadirnya aplikasi tersebut bagian dari tuntutan masyarakat untuk percepatan pelayanan perizinan. Khususnya, izin penelitian bagi mahasiswa, dosen dan masyarakat peneliti.

“Pendaftaran sekarang bisa dilakukan dari rumah bisa dilakukan dalam perjalanan atau di kampus atau di kantor yang mana mau mengurus izin melakukannya dengan waktu kurang dari 5 menit anda sudah bisa mendapatkan izin penelitian,” katanya.

AMIKA Soppeng melalui program penelitian dan pengabdian masyarakat sangat terbantu dengan aplikasi Neni Si Linca ini. Pendekatan pembangunan berbasis penelitian di suatu daerah diawali dengan dimudahkannya akses perizinan, sehingga mahasiswa, dosen ataupun masyarakat yang berada di daerah khususnya tidak perlu lagi mengeluarkan biaya untuk ke Makassar.

Hasil penelitian di Perguruan Tinggi ini dapat menjadi rujukan bagi semua sektor untuk mendukung pembangunan daerah. Inovasi awalnya ditujukan kepada mahasiswa, mudah-mudahan terus dikembangkan lebih lanjut lagi.

Ketua Yayasan Nabigh Akademik, Prof. Dr. H. Imran Ismail, M.S. didampingi Direktur AMIK Lamappapoleonro Soppeng Zul Rachmat, S.Kom., M.M. yang turut hadir dalam acara penandatanganan ini menyambut baik kerjasama yang dilakukan. Semoga terobosan baru ini tidak hanya di sektor penelitian, tapi di sektor lain yang berhubungan dengan perizinan.

Video Dokumentasi dapat di lihat melalui Youtube : https://youtu.be/Fnlvimx4Rf4