Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Sulsel dan STMIK Amika Soppeng menandatangani MOU pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik tentang Pengembangan Desa Wisata Sulawesi Selatan. Penanda-tanganan MOU tersebut digelar di Aula LLDIKTI Wilayah IX Sultan Batara, Rabu (03/08/2022).
Kesepakatan kedua pihak mencakup pelaksanaan KKN mahasiswa STMIK Amika Soppeng khususnya program studi S1 Bisnis Digital di Desa-Desa Wisata di Sulsel yang selama ini dalam binaan Disbudpar Sulsel khususnya di Dewa Wisata yang ada di Kabupaten Soppeng.
Disbudpar Sulsel sendiri telah menyiapkan modul yang menjadi panduan mahasiswa selama melaksanakan KKN di desa wisata nantinya. Prof. Jufri selaku Kepala Disbudpar menjelaskan, kerja sama ini sebagai perwujudan konsep pentahelix dalam pengembangan Kepariwisataan di mana pelibatan akademisi/perguruan tinggi memegang peranan penting.
"Kalau pemerintah semua yang tangani tentu tidak bisa maksimal. Karena itu kami melakukan kerja sama dengan perguruan tinggi, salah satunya hari ini kami MOU dengan Perguruan Tinggi Swasta di lungkup LLDIKTI IX terkait KKN tematik Desa Wisata," jelas Prof. Jufri.
"Kerja sama tersebut juga diharapkan mampu membangkitkan pariwisata di Sulsel yang dimulai dari kebangkitan Desa wisata. Di Sulsel sendiri terdapat 180 Desa wisata yang mendaftar dalam Ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 dan 3 Desa Wisata Sulsel lolos 50 besar". Lanjutnya.
Hadirnya program studi baru S1 Bisnis Digital satu-satunya di Kabupaten Soppeng tentu sejalan dengan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka terkait dengan KKN Tematik yang dikembangkan oleh Disbudpar Sul-Sel yakni Desa Wisata, mahasiswa KKN STMIK Amika Soppeng tentu akan mengembangkan sesuai dengan keahlian yang dimiliki. Bisnis Digital kini sangat berpotensi dalam pemasaran melalui berbagai platform digital baik melalui desain maupun video kreatif sehingga diharapkan dapat mengembangkan Desa Wisata agar lebih dikenal luas lagi.