Hubungi Kami +62 81340048615
PELANTIKAN PENGURUS MAPALA M.P.A. JAGADDHITA AMIK LAMAPPAPOLEONRO SOPPENG PERIODE 2019-2020

PELANTIKAN PENGURUS MAPALA M.P.A. JAGADDHITA AMIK LAMAPPAPOLEONRO SOPPENG PERIODE 2019-2020

10 Dec 2019 05:27:09 Admin AMIK-LP Berita Dilihat: 327

Badan Pengurus (BP) Mahasiswa Pencinta Alam M.P.A. Jagaddhita AMIK Lamappapoleonro Soppeng Periode 2019-2020 secara resmi dilantik oleh Dosen Pembina, Bapak Ihsanul'fual Suwandi, S.Pd., M.Pd dalam hal ini mewakili Direktur tanggal 04 Desember 2019, Rabu malam. Sebanyak 10 orang pengurus yang dilantik ini merupakan angkatan pertama mengingat dimana UKM ini baru saja terbentuk 

Semoga M.P.A. Jagaddhita dapat menanankan sikap kepedulian terhadap lingkungan dan mampu menyesuaikan dengan perkembangan teknologi yang semakin cangkin untuk mendukung dalam menghadapi perubahan yang semakin cepat. Selain dari kepedulian terhadap lingkungan, kita harap juga peduli kepada lingkungan sosial, karena lingkungan sosial merupakan bagian dari alam juga,

MAPALA atau yang sering disebut dengan Mahasiswa Pecinta Alam. Mahasiswa Pecinta Alam identik dengan mahasiswa yang melakukan kegiatan pendakian gunung, susur pantai, arung jeram dan kegiatan alam lainnya. Seringkali muncul pandangan negatif terhadap mereka, karena penampilan mahasiswa pecinta alam yang kumal, lusuh dan terkesan cuek terhadap penampilan dirinya meskipun belum tentu semua mahasiswa pecinta alam berpenampilan seperti itu. 

Ada juga yang beranggapan bahwa kegiatan mereka hanya hura – hura, kegiatan yang membuang – buang waktu dan mengancam nyawa tanpa adanya tujuan yang jelas. Bertolak belakang dengan anggapan negatif yang diberikan, kegiatan MAPALA diisi dengan kegiatan yang bertujuan untuk melestarikan alam seperti penghijauan , konservasi, dan kegiatan bermanfaat lainnya. Opini – opini ini muncul karena kurang tahunya masyarakat mengenai kegiatan – kegiatan yang dilaksanakan oleh Mahasiswa Pecinta Alam.

Terlepas dari segala anggapan masyarakat terhadap Mahasiswa Pecinta Alam, sejarah munculnya MAPALA erat kaitannya dengan aktivitas pergerakan mahasiswa Indonesia. Pada dekade tahun tahun 70-an aktivitas politik mahasiswa semakin dibatasi, ditambah dengan dikeluarkannya SK No. 028/3/1978 tentang pembekuan total kegitan Dewan Mahasiswa dan Senat Mahsiswa di seluruh Perguruan Tinggi yang ada di Indonesia yang kemudian melahirkan konsep Normalisasi Kehidupan Kampus (NKK).

Pada masa itu aktivitas organisasi mahasiswa yang kebanyakan berbau politik mulai ditinggalkan. Kemudian muncul ide untuk membentuk wadah baru bagi kegiatan mahasiswa yang diperuntungkan bagi mahasiswa – mahasiswa yang memiliki kesamaan minat dan hoby, yaitu sama – sama menyukai kegiatan yang dilakukan dialam bebas seperti mendaki gunung, susur pantai, arung jeram dan lain sebagainya. Dirintis oleh Soe Hok Gie terbentuklah MAPALA pertama di Indonesia (MAPALA UI).

Menurut Soe Hok Gie, MAPALA mencoba membangunkan kembali idealisme di kalangan mahasiswa untuk secara jujur dan benar – benar mencintai alam, Tanah air, rakyat dan almamaternya. Mereka adalah sekelompok mahasiswa yang tidak percaya bahwa patriotisme dapat ditanamkan melalui slogan – slogan dan jendela – jendela mobil. Mereka percaya bahwa dengan mengenal rakyat dan Tanah Air Indonesia secara menyeluruh, barulah seeorang dapat menjadi patriot – patriot yang baik”.

Terbentuknya MAPALA UI menjadi pelecut munculnya organisasi pecinta alam lainnya. Tumbuh dan berkembangnya MAPALA hingga hari ini harus di imbangi dengan tujuan mengapa organisasi ini ada. Memupuk patriotisme, gotong royong dan kesadaran sosial dapat mewakili tujuan dari terbentuknya MAPALA. Walaupun tujuan – tujuan tersebut belum dapat tercapai secara maksimal tetapi selalu ada usaha untuk mencapainya.

Salam Lestari