Dalam upaya menciptakan lingkungan kampus yang aman dan bebas dari kekerasan seksual, Tim Satgas Amika menggelar sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) di lingkungan kampus STMIK Amika Soppeng yang dilaksanakan pada tanggal 21 Juli 2025 yang diikuti oleh mahasiswa/i lingkup STMIK Amika Soppeng. Kegiatan ini dihadiri oleh Narasumber Anni Zulfiani Husnar, S.Psi., M.Psi (Psikolog Klinis UPT PPA DP3AP2KB Kab.Soppeng dan Pengurus Asosiasi Psikologi Forensik Perwakilan Sulawesi Selatan), Keynote Speech Ketua satgas PPKS ZH.Nurul Kusumawardhani, S.AP., M.Tr.AP dan Moderator Anggota Tim PPKS Kasmirandi, S.Pd., M.M, serta dosen lingkup STMIK Amika Soppeng
Ketua satgas PPKS ZH.Nurul Kusumawardhani, S.AP., M.Tr.AP mengatakan bahwa pentingnya kegiatan ini sebagai tanggapan terhadap edaran Kemendiktisaintek yang mewajibkan kampus-kampus untuk melakukan sosialisasi terkait PPKS. “Sosialisasi ini bukan hanya sekadar kewajiban formal, tetapi juga upaya nyata untuk memastikan bahwa setiap mahasiswa memahami konsekuensi dari tindakan kekerasan seksual. Tujuan utama kami adalah agar mahasiswa lebih waspada dan peduli terhadap lingkungan sekitar, baik di kampus maupun di masyarakat. Kami juga mendorong mereka untuk berani melaporkan jika ada kejadian kekerasan seksual,” ujarnya.
Narasumber Anni Zulfiani Husnar, S.Psi., M.Psi mengatakan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjelaskan definisi dan bentuk-bentuk kekerasan seksual, tetapi juga memberikan panduan praktis mengenai cara penanganannya. Kegiatan ini sangat relevan mengingat peningkatan signifikan kasus kekerasan seksual di Indonesia yang diantaranya terjadi di lingkungan pendidikan. Ini menunjukkan urgensi untuk meningkatkan kesadaran dan tindakan preventif di kalangan mahasiswa.
Dengan diadakannya sosialisasi ini, diharapkan para mahasiswa baru tidak hanya memahami bahaya kekerasan seksual, tetapi juga menjadi agen perubahan dalam menciptakan budaya akademik yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan. Ke depan, Tim Satgas PPKS Amika berkomitmen untuk terus mengadakan program-program serupa, baik melalui kegiatan akademik maupun non-akademik, guna memperkuat kesadaran dan tanggung jawab sosial seluruh civitas akademika terhadap isu kekerasan seksual. Langkah proaktif ini diharapkan dapat menjadi model bagi kampus-kampus lain dalam mencegah dan menangani kekerasan seksual, sekaligus memperkuat peran Tim Satga PPKS Amika sebagai institusi pendidikan yang peduli terhadap keselamatan dan kesejahteraan seluruh mahasiswa.